Asyura: Pembersihan Buku Dosa Setahun Lalu

November 23, 2012 § 2 Comments

“Puasa di hari Asyura akan hapuskan dosa-dosa selama satu tahun lalu.”
(HR. Muslim No. 1976)

Baru-baru ini saya baca di internet, di Barat ada perayaan Halooween. Dalam beberapa hari ini juga ada acara lain yang menghabiskan puluhan ekor kalkun dalam satu kali makan malam yang dikenal dengan nama Thanksgiving dinner. Sebentar lagi, juga akan ramai orang menyambut tahun baru dengan perayaan malam atau detik-detik terakhir.

Itu bukan tradisi kita. Ajaran agama kita, Islam sudah memiliki tradisi sendiri. Ada bulan-bulan yang disebut Allah dalam Surat At-Taubah: 36 sebagai Bulan Haram (Asyhurul Hurum). Dari 12 bulan yang ada, 4 bulan tersebut adalah tiga bulan secara berurut (Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram) dan Bulan Rajab.

Di bulan ini, Allah tegaskan lagi larangan berbuat zhalim (فَلا تَظْلِمُوا فِيْهِنَّ أَنْفُسَكُمْ). Ibnu Abbas menafsirkan potongan ayat ini, “Allah melarang berbuat zhalim kapanpun, lalu Dia tekankan lagi untuk empat bulan haram ini. Allah jadikan bulan-bulan ini dihormati. Maka, Allah jadikan perbuatan dosa di bulan haram ini lebih berat hukumannya ketimbang bulan lain. Sebaliknya, Allah juga lipat gandakan pahala kebaikan.” « Read the rest of this entry »

Advertisements

9 Wasiat untuk 10 Hari Baik

October 16, 2012 § Leave a comment

“Demi fajar dan demi malam-malam yang sepuluh.”

Tidak berlebihan jika sepuluh hari awal dzulhijjah ini dijadikan momentum. Sepuluh hari yang mana amalan manusia lebih dicintai Allah pada hari-hari ini ketimbang hari lainnya. Bahkan melebihi jihad sendiri. Keutamaan amal pada hari ini hanya dikalahkan oleh amalan mereka yang keluar dari rumah dengan segala yang mereka miliki: jiwa dan harta; kemudian berjuang di jalan Allah dan tidak kembali sama sekali. (atau sebagaimana sabda Rasul pada Hadits Riwayat Tirmidzi, dishahihkan Al-Albany).

Dan, untuk sepuluh hari ini, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Setidaknya ada sembilan poin yang diwasiatkan para ulama:

Pertama, memanfaatkan detik-detik pada waktu ini semaksimal mungkin. Jadikan hari ini momentum latihan. Semoga setelah keluar dari hari ini, kita akan terbiasa dengan apa yang telah kita lakukan sebelumnya. Dan, ini bukan berarti hanya beramal pada hari-hari ini saja dan setelahnya merdeka, boleh melakukan apapun. Namun, jadikan hari ini sebagai tempat latihan. Lakukan ibadah sebaik dan semaksimal mungkin. Sekiranya masih ada yang kurang setelah usaha maksimal, Allah yang akan menyempurnakan amal shaleh kita. Falhamdulillahil ladzi bini’matihi tatimmus shaalihat (segala puji bagi Allah yang dengan nikmatnya sempurna amal-amal shaleh).

« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with waktu at jannahTees.