Surat Profesor Muhammad Yunus kepada Member Grameen Bank

January 3, 2013 § Leave a comment

pic from: muhammadyunus.org

pic from: muhammadyunus.org

Mungkin tokoh ini cukup familiar bagi sebagian kita. Beliau adalah Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank di Bangladesh. Bank yang beliau dirikan memberi kredit mikro bagi penduduk desa. Tak hanya pinjaman namun Grameen Bank telah memberikan pelajaran berharga untuk dunia di bidang kemanusiaan. Tak ayal, pada 2006 Muhammad Yunus bersama Grameen Bank menerima penghargaan nobel perdamaian.

Sebagian cuplikan perjuangan awal membangun Grameen Bank hingga waktu dekat ini dituangkan dalam surat beliau kepada anggota Grameen Bank. Saya beroleh semangat dan motivasi dari surat ini. Bagi yang ingin membaca surat tersebut dalam versi Bahasa Inggris silakan kunjungi situs Grameen Bank, atau untuk edisi terjemahan, saya tulis di sini:

Surat Profesor Muhammad Yunus kepada Member Grameen Bank

15 Mei 2011

Kepada
Pemilik Grameen Bank yang saya cintai dan
Anggota Grameen Bank yang saya banggakan:

Tiga puluh lima tahun lalu. Saya tak pernah mengira akan memulai sebuah bank yang memberikan pinjaman untuk orang susah, terutama perempuan miskin di pedesaan. Sebagai guru, saya selalu sibuk mengajar di kelas dan jauh dari realita di lapangan. Namun kemudian, Desa Jobra membawa masa depan saya ke arah yang sepenuhnya berbeda. Di sana, untuk pertama kalinya saya menyaksikan bagaimana lintah darat memperbudak penduduk. Terpikirkan sekiranya saya bisa berikan pinjaman kepada penduduk miskin, desa ini akan terbebas dari cengkraman lintah darat.

Itu yang kemudian saya lakukan. Saya tak pernah mengira bahwa hal ini menjadi panggilan hidup. Saya belajar banyak dari duduk bersama, berbicara dengan ibu-ibu di Desa Jobra; saya tahu banyak hal yang tak pernah saya bayangkan. Ingin sekali melakukan apa saja yang saya bisa untuk membantu mereka. Meski sedikit, bersama para mahasiswa saya bisa membantu ibu-ibu miskin. Saya menjadi penjamin pinjaman bank untuk mereka. Perempuan desa saat itu belum mengerti menabung. Di samping pinjaman tersebut, saya tambahkan program menabung. Program menabung dimulai dari 25 Paisa per pekan. Dan, hari ini, total tabungan para peminjam mencapai 6 milyar Taka!

Di awal berdirinya bank ini, para peserta belum bisa baca tulis. Kami mulai mengajari mereka dengan menulis nama masing-masing. Menulis di tanah tanah dengan kayu. Hingga kemudian saya membuat Proyek Grameen Bank.

Seiring dengan inisiatif Bank Bangladesh, di Kota Tangail saya lakukan program yang pernah saya buat di Jobra. Saya ceritakan kepada para perempuan di desa-desa sekitar Tangail tentang kegiatan di Desa Jobra. Mereka terlihat semangat dan antusias untuk melakukan hal yang sama. Proyekpun menyebar mulai dari Tangail, Rangpur, Patuakhali, Dhaka, hingga Rajshahi.

Secara bertahap, kalian ikut bergabung dengan Grameen Bank. « Read the rest of this entry »

Advertisements

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with tokoh at jannahTees.