Barang Melahirkan Barang [NC#19]

November 19, 2017 § Leave a comment

be more with less

Sudah lama sekali Polan ingin mengganti handphone. Meski masih berfungsi normal, ponsel lamanya sudah lanjut usia. Jaman sekarang, 3 tahun menggunakan gadget yang sama terhitung sangat lama. Ponselnya sudah tidak bisa dipakai sebagai laiknya telepon genggam yang mobile. Karena jika dicabut dari casan, usia ponsel itu hanya bertahan beberapa jam. Dijual lagi pun harganya akan jatoh hingga seperdelapan harga barunya. Dipakai sehari-hari tidak mungkin karena sudah hidup segan mati tak mau.  Jikapun mau mengganti baterai, sudah langka yang menjual baterai ponselnya. Sekalinya ada, barang KW. Jika asli, harganya sudah sama pula dengan harga ponselnya saat ini jika dijual. « Read the rest of this entry »

Advertisements

Romantisasi dan Pernikahan [NC#2]

November 2, 2017 § Leave a comment

Romantisasi

Tulisan saya berikut akan lebih banyak sok-mantapnya daripada bijaksana. Sebab saya akan menulis hal berbau romantis, relationship, pernikahan dan semacamnya. Sebagai lulusan jomblo akut and proud, saya pikir tidak ada salahnya memberikan pandangan pribadi tentang hal romantis. Seperti kata teman-teman, dua kelompok orang yang paling hebat dalam memberikan nasihat cinta: pertama, jomblo; dan kedua jomblo yang baru saja menikah. Terserah kalau saya mau masuk dua-duanya juga.

Sejak dulu, saya kurang suka dengan hal-hal romantis, baik itu berbentuk novel, serial, sinetron, atau kehidupan nyata, apalagi yang dipaksakan dan berakhir alay. Dan belakangan ini saya membaca cukup banyak status anak-anak muda periode now yang berbicara urusan romantis dalam pernikahan. Wajar sih, mengingat usia yang masih sekian. Tidak wajarnya karena status-status tersebut terlalu mengada-ada untuk usia mereka yang, boro-boro membahas romantisnya pernikahan, proposal skripsi saja belum kelar.

Sebagai contoh begini, “Ukhti, kelak jika kita menikah, kita akan berlomba, apakah aku yang akan membangunkanmu untuk shalat malam atau engkau yang lebih dulu memercikan air di mukaku.” « Read the rest of this entry »

Rumah Minimalis

October 23, 2017 § Leave a comment

Memiliki rumah sendiri adalah idaman setiap orang. Terutama orang-orang dengan status serupa saya: baru membina keluarga. Saat masih berdua, mengontrak bukanlah masalah. Kami tak butuh pernak-pernik yang beragam di rumah. Cukup tempat tinggal yang tenang, sanitasi lancar, layak untuk ibadah, istirahat dan membaca buku sambil berbincang di hari libur. Rumah luas atau tidak, bukan termasuk pertimbangan. Malah kami cenderung memiliki rumah dengan ukuran yang biasa saja. Lebih gampang dirapikan. Dan jika pindah kontrakan pun lebih sedikit barang yang harus dibawa.

Namun setelah memiliki bayi, terutama saat bayi sudah mulai merangkak, berdiri dan menarik apa saja yang bisa dia raih; pertimbangan baru bermunculan. Sepertinya kita perlu rak supaya barang-barang tidak dijangkau bayi, perlu ruangan yang sedikit lebih luas, perlu karpet karena duduk di lantai ubin tidak baik, perlu ruangan dengan ventilasi yang bagus dan seterusnya. « Read the rest of this entry »

Migrasi Masalah

September 28, 2017 § Leave a comment

Ayah saya dulu pernah bilang, hidup itu ibarat berpindah dari satu masalah ke masalah berikutnya. Ini bukan ucapan pesimis. Ayah saya tidak pernah memperlihatkan laku pesimis dalam hidupnya. Tidak sekalipun, meski hidup entah sesulit apa waktu itu, ayah masih menjadi orang paling hebat menghadirkan senyum-senyum kami di rumah.

Ucapan tersebut tak lain tentang persiapan menghadapi hidup. Kita boleh (bahkan harus) berharap hal-hal terbaik terjadi dalam hidup. Namun, kita perlu bersiap terhadap kemungkinan terburuk sekalipun. « Read the rest of this entry »

Hal Sepele itu Tidak Eksis

September 8, 2017 § Leave a comment

Bulan ini ada dua teman yang berulang tahun di tempat saya bekerja. Selisihnya hanya satu hari. Teman pertama bekerja di pusat, dan satunya bekerja di wilayah. Teman pertama jabatannya lebih tinggi daripada yang kedua. Dan kemarin siang saya membaca banyak ucapan selamat, doa-doa kebaikan dan foto-foto potong kue di grup WA kantor; untuk teman yang pertama.

Saya bukan tipikal orang yang terbiasa dengan tradisi ulang tahun. Namun jika ada yang merayakannya, kenapa pelit untuk memberikan doa-doa yang baik. Siang itu saya sampaikan ucapan selamat, seuntai doa disertai foto kue yang saya dapat secara random dari google; untuk teman yang pertama tentunya.

Sorenya saya baru sadar bahwa teman satunya lagi, yang bekerja di wilayah, juga berulang tahun. Sama seperti sebelumnya, saya ucapkan selamat ulang tahun di grup WA disertai dengan foto kue yang saya ambil secara acak; untuk teman kedua. « Read the rest of this entry »

Yang Tidak Gampang

September 7, 2017 § Leave a comment

Bicara itu gampang, yang tidak gampang adalah mengerjakannya. Allah membenci mereka yang bicara dan tidak berbuat. Bukan mereka yang berbuat meski tak pernah bicara. Itulah kenapa kita hanya mendengar welldone dan bukan wellsaid.

Menikah itu gampang, yang tidak gampang adalah menjalani pernikahan tersebut. Namun banyak kita yang keliru mempersiapkan pernikahan habis-habisan, bukan kehidupan setelah menikah itu. Make your marriage be more beautiful than your wedding.

Menjadi ayah itu gampang, yang tidak gampang adalah membersamai keluarga dan memberikan keteladanan untuk mereka. Karena jika sekedar memberikan uang untuk keluarga, ATM mampu memberikan yang lebih praktis, pun mertua bisa melakukan untuk anak dan cucunya.

Bekerja itu gampang, yang tidak gampang adalah bekerja cerdas dan ikhlas pada pekerjaan. Karena itu Hamka bilang jika hanya kerbau, sapi di sawah juga bekerja.

Menerima gaji itu gampang, yang tidak gampang adalah menerima gaji yang halal dan baik saja. Karena diantara penyakit dalam hidup muncul saat mengkonsumsi yang bukan milik sendiri.

Belanja itu gampang, yang tidak gampang adalah mengetahui mana yang engkau butuhkan dan mana yang engkau inginkan. Lalu bertindak bijaksana membedakan keinginan dan kebutuhan itu.

Hidup itu gampang, yang tidak gampang adalah gayanya. “Too many people”, kata Will Smith, “spend money they haven’t earned, buy things they don’t want, and impress people they don’t even know.” [MFK]

 

Tahu Apa yang Benar² Inspiring One?

January 7, 2013 § Leave a comment

inspiring_onePekan lalu, seorang teman menghadiahi saya buku ini (may Allah grant you better). Saya percaya bahwa everything happens on purpose. Segala teori tentang ‘kebetulan’, bagi saya, adalah omong kosong. Maka, buku yang di tangan saya inipun punya alasan sendiri: buku dengan isi yang tepat di waktu yang tepat.

Buku ini berjudul Inspiring One. Merupakan kumpulan artikel dari GeraiDinar.com. Sederhananya, blog yang dibukukan. Ditulis oleh Muhaimin Iqbal, pendiri Gerai Dinar. Terbaca dari sub-judulnya, buku ini bertujuan membangun jiwa entrepreneur dan memberikan kiat sukses dalam usaha. Penyampaian dalam buku ini ringan dan sederhana. Meski demikian buku ini tak hanya berisi kiat sukses usaha semata, namun juga sukses kehidupan.

Tentunya buku ini disuguhkan untuk siapapun yang memiliki keinginan berwirausaha. Baik mereka yang belum punya usaha atau yang sudah punya penghasilan sendiri, wabil khusus, para pekerja yang masih terima gaji. Namun jangan sinis dulu, penulis mencantumkan sendiri bahwa buku ini untuk mereka yang mengalami penyakit bad days: tak betah dengan rutinitas yang sama, gaji tetap, kemajuan lambat, singkat kata: ingin segera resign.

Saya setuju dengan penulis. Bagi mereka yang sudah nyaman dengan pekerjaan, tentu tak perlu merasa tergoda atau memaksakan diri untuk tidak betah. Menurut saya, tidak ada salahnya bekerja menerima upah—yang katanya zona aman—jika penghasilan halal, kebermanfaatan luas, kerja sejalan dengan hobi, pahala tinggi plus gaji besar (bilang و). « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with realife at jannahTees.