10 Tips agar Istiqamah Usai Ramadhan

August 28, 2012 § Leave a comment

Rampung sudah Ramadhan. Satu bulan penuh kita rasakan bagaimana nikmatnya beribadah: jumlah bacaan Quran lebih banyak, shalat lebih tepat waktu, bangun malam lebih disiplin, sedekah lebih sering dan lainnya. Membawa Quran di pasar-pasar bukan pemandangan aneh, masjid ramai pun jadi biasa. Namun, saat Ramadhan berlalu, berlalu pula segala tradisi baik yang sudah dibiasakan.

Ini yang disayangkan pada sebagian kita, termasuk saya. Latihan selama satu bulan jadi tak berguna usai Ramadhan. Idul Fitri berpindah pesan. Dari yang sebelumnya kembali kepada kesucian menjadi: kembali kepada kondisi sebelum Ramadhan. Kita muslim, bukan acara TV. Cukup TV saja yang kembali mengganti jadwal seusai Ramadhan dengan jadwal sebelumnya. Itu saja sudah mengganggu, apalagi jika manusia yang kembali pada hal buruknya setelah Ramadhan.

Para Ulama menyebutkan, bahwa Rabb yang kita sembah saat Ramadhan, adalah Rabb yang sama dengan yang kita sembah di luar Ramadhan. Kuunu Rabbaaniyiin, jadilah hamba yang rabbani. Hamba yang pusat amalnya adalah Rabb. Allah saja. Tidak yang lain. Terserah apakah Ramadhan telah berlalu atau tidak. « Read the rest of this entry »

Ubuntu: I am Because We Are

July 20, 2012 § 3 Comments

Sebelum Eropa atau bangsa lainnya menjejakkan kaki di selatan Afrika, sudah ada satu suku mendiami kawasan tersebut. Suku Xhosa nama suku itu. Hingga kini, suku dengan ras asli Afrika itu masih eksis.
Beberapa waktu lalu, pernah seorang antropolog mendatangi pedalaman Afrika. Singgah di perkampungan Xhosa dan bertemu dengan penduduk setempat. Saat bertemu dengan anak-anak Xhosa, sang antropolog mengadakan sebuah lomba.

Sekeranjang penuh buah-buahan diletakkannya di bawah sebuah pohon. “Siapapun yang bisa sampai ke pohon tersebut pertama kali,” ujar Sang Antropolog, “adalah pemenangnya. Dia berhak mendapatkan seluruh buah.”

Serupa dengan lomba pada umumnya, tentu setiap peserta bersiap-siap. Namun, ketika lomba dimulai, anak-anak Xhosa saling bergandengan tangan satu sama lain. Mereka lari bersama-sama. Serempak hingga garis finish. Tak ada yang kalah dalam lomba tersebut. Semua tiba di garis akhir dalam waktu bersamaan. Semua menjadi pemenang. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with ramadhan at jannahTees.