2012

December 21, 2012 § Leave a comment

Belakangan, sebagian kecil penduduk dunia heboh oleh isu akhir dunia. Memang untuk satu hal, suku Maya benar. Kiamat terjadi pada hari Jumat. Tapi bukan Jumat ini.

Tak perlu menunggu sampai besok untuk memastikan apakah hari ini menjadi akhir dunia atau tidak. Tak seorangpun bisa prediksikan tanggal berapa kiamat terjadi. Tidak juga Rasulullah yang notabene setiap ucapannya adalah wahyu. Apalagi satu suku di Amerika sana, ribuan tahun silam, tak punya wahyu, juga tak memiliki teknologi. Maka, siapapun itu yang memberi instruksi untuk menutup 33 sekolah di Michigan karena ketakutan pada kiamat yang datang pada 21 Desember adalah manusia lugu. Ya, lugu. Lu guoblok.

Amat disayangkan jika muslim juga ikut-ikutan meyakini hal serupa. Takut pada kepercayaan orang-orang yang sama sekali belum pernah kita temui. No offence terhadap penduduk suku maya. Apapun yang kalian lakukan, terserah, nice try, maybe next time. Hanya saja, jika muslim yang memiliki kitab suci dan Rasul sebagai pembimbing masih terperangkap pada hal ini, ini murni kesalahan kita.

Pada saat terjadinya kiamat, dunia ini diisi oleh syirârun-nâs, manusia terjahat. Jika kamu masih memiliki keyakinan kepada Allah, tak usah cemas tentang kiamat. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah mengatakan bahwa tak akan terjadi kiamat selama masih ada di muka bumi ini manusia yang memiliki keimanan dalam hatinya. Keimanan sekecil apapun. Jika masih tersisa mukmin, Allah utus angin sejuk bertiup dari arah Syam hingga tak seorangpun yang memiliki iman di dadanya kecuali Allah wafatkan.

Memang, kiamat sudah dekat itu niscaya. Rasulullah menyebutkan, “Diutusnya aku dan hari kiamat berjarak serupa ini.” Beliau mendekatkan jari tengah dengan telunjuknya. Namun, memberi prediksi tanggal berapa kiamat bukanlah tuntutan yang Rasul ajarkan. Apakah kiamat datang hari ini atau tidak, yang terpenting adalah persiapan kita. Sebab, sekalipun kiamat masih sekian hari, bulan, tahun atau abad lagi, kematian datang tak terduga. Bukan kapan kiamat, tapi apa persiapan kita setelah wafat.

“Wahai Nabi Allah, kapan terjadi kiamat?”
“Dan, apa yang telah engkau persiapkan?”
“Tidak ada. Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, aku tak persiapkan banyak shalat maupun puasa. Hanyasaja, aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.”
“Maka engkau bersama dengan yang engkau cintai.”
Rasulullah dan seorang Arab | HR. Ahmad

Jakarta, 7 Safar 1434 H []

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with kiamat at jannahTees.