Romantisasi dan Pernikahan [NC#2]

November 2, 2017 § Leave a comment

Romantisasi

Tulisan saya berikut akan lebih banyak sok-mantapnya daripada bijaksana. Sebab saya akan menulis hal berbau romantis, relationship, pernikahan dan semacamnya. Sebagai lulusan jomblo akut and proud, saya pikir tidak ada salahnya memberikan pandangan pribadi tentang hal romantis. Seperti kata teman-teman, dua kelompok orang yang paling hebat dalam memberikan nasihat cinta: pertama, jomblo; dan kedua jomblo yang baru saja menikah. Terserah kalau saya mau masuk dua-duanya juga.

Sejak dulu, saya kurang suka dengan hal-hal romantis, baik itu berbentuk novel, serial, sinetron, atau kehidupan nyata, apalagi yang dipaksakan dan berakhir alay. Dan belakangan ini saya membaca cukup banyak status anak-anak muda periode now yang berbicara urusan romantis dalam pernikahan. Wajar sih, mengingat usia yang masih sekian. Tidak wajarnya karena status-status tersebut terlalu mengada-ada untuk usia mereka yang, boro-boro membahas romantisnya pernikahan, proposal skripsi saja belum kelar.

Sebagai contoh begini, “Ukhti, kelak jika kita menikah, kita akan berlomba, apakah aku yang akan membangunkanmu untuk shalat malam atau engkau yang lebih dulu memercikan air di mukaku.” « Read the rest of this entry »

LDR yang Berfaedah

October 30, 2017 § 3 Comments

ldr-e1509320561306.jpgSaya kembali LDR. Tidak seperti yang sudah-sudah, kali ini LDR saya pangkat dua. Sebelumnya saya berpisah dengan istri karena saat itu dia masih kuliah. Sekarang saya harus menanggung rindu pada istri juga pada anak. Kangen istri bisa sedikit terobati dengan telponan seperti yang banyak dilakukan pasangan LDR. Namun, kangen anak adalah hal lain lagi. Bukan saja karena anak saya masih 11 bulan sehingga tidak mungkin menelpon, tapi, seperti kata orang-orang, rindu pada anak itu luar biasa. Susah diungkapkan. Sebelum punya anak, saya tak tahu tahu rasanya rindu anak. Sekarang, saya tak bisa menceritakan bagaimana rasanya rindu anak.

LDR kali ini bukan jangka panjang memang. Paling tidak dua pekan lagi saya akan menyusul ke kampung. Namun dua pekan untuk menahan rindu pada dua orang yang kalian cintai, terasa tahunan. Terutama pada hari-hari serupa sekarang: akhir pekan. Di hari kerja mungkin tak menjadi masalah karena sebagian besar waktu saya habis di kantor. Berangkat pagi pulang sore. Tiba di rumah, mandi, ke masjid, makan, tidur dan tiba-tiba saja sudah besok. Namun di akhir pekan, waktu berjalan super lambat. LDR menciptakan anomali. Jika orang-orang berharap datangnya akhir pekan, saya malah berharap akhir pekan cepat selesai. Menurut saya TGIF saja tidak cukup, tapi harus TGIFAIHPILWMFW, Thanks God It’s Friday And I Have People I Love With Me For Weekend. Sebab jika hanya TGIF, tentunya yang belum punya pasangan juga ikut bahagia dengan wiken. Jadi teringat masa-masa jomblo dulu (pfff..).

Tapi saya tidak akan menulis kegalauan seorang LDR. Sudah terlalu banyak status galau bertebaran di sosial media. Saya ingin menulis tentang sisi lainnya. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with jomblo at jannahTees.