Beragama Jangan Pilih-pilih

December 5, 2017 § Leave a comment

colorful

Buya Hamka pernah ditanya oleh salah satu jamaahnya,

“Buya, kita sama-sama sudah tahu, bahwa Al Quran menyebutkan solat dapat mencegah seseorang dari berbuat keji dan mungkar. Namun, fakta yang saya dapati berbeda. Saya punya dua orang tetangga. Tetangga pertama seorang pak haji, rajin ke surau, senantiasa mengaji, tak pernah ketinggalan solat jamaah. Namun, saat anak-anak sini bermain di pekarangan rumahnya, malah omelan yang keluar dari mulut pak haji.

Tetangga saya yang satunya lagi seorang dokter. Bukan orang soleh, jarang ke surau, apalagi mengaji. Satu-satunya waktu beribadah yang saya bertemu dengannya adalah solat Ied. Selain itu entahlah apa dia solat atau tidak. Namun, ketika anak-anak bermain di pekarangannya, dokter itu membiarkan mereka. Tidak seperti pak haji yang menceracau kesana kemari; dokter yang jarang solat itu malah ramah. Dimana bukti solat mencegah perbuatan keji dan mungkar, Buya?” « Read the rest of this entry »

Advertisements

Antara Karir dan Ibadah [NC#10]

November 10, 2017 § Leave a comment

Sebenarnya saya tidak tahu akan menulis apa hari ini. Kemarin satu hari saya sama sekali tidak menulis. Kata orang, hal-hal yang “terlalu” tidak baik buat otak. Terlalu sedih membuat kita sulit berpikir, demikian juga terlalu bahagia. Dua hari terakhir ini agaknya saya terlalu bahagia sehingga pikiran menjadi random dan bingung apa yang harus saya ketik hari ini. « Read the rest of this entry »

Romantisasi dan Pernikahan [NC#2]

November 2, 2017 § Leave a comment

Romantisasi

Tulisan saya berikut akan lebih banyak sok-mantapnya daripada bijaksana. Sebab saya akan menulis hal berbau romantis, relationship, pernikahan dan semacamnya. Sebagai lulusan jomblo akut and proud, saya pikir tidak ada salahnya memberikan pandangan pribadi tentang hal romantis. Seperti kata teman-teman, dua kelompok orang yang paling hebat dalam memberikan nasihat cinta: pertama, jomblo; dan kedua jomblo yang baru saja menikah. Terserah kalau saya mau masuk dua-duanya juga.

Sejak dulu, saya kurang suka dengan hal-hal romantis, baik itu berbentuk novel, serial, sinetron, atau kehidupan nyata, apalagi yang dipaksakan dan berakhir alay. Dan belakangan ini saya membaca cukup banyak status anak-anak muda periode now yang berbicara urusan romantis dalam pernikahan. Wajar sih, mengingat usia yang masih sekian. Tidak wajarnya karena status-status tersebut terlalu mengada-ada untuk usia mereka yang, boro-boro membahas romantisnya pernikahan, proposal skripsi saja belum kelar.

Sebagai contoh begini, “Ukhti, kelak jika kita menikah, kita akan berlomba, apakah aku yang akan membangunkanmu untuk shalat malam atau engkau yang lebih dulu memercikan air di mukaku.” « Read the rest of this entry »

9 Tips Quran Andoroid

May 20, 2014 § Leave a comment


Mungkin saya termasuk telat menuliskannya di blog. Nyaris semua pengguna gadget dengan sistem operasi android sudah menginstal aplikasi ini. Namun, mungkin ada yang belum begitu optimal dalam penggunaannya, saya ingin berbagi 9 tips yang mungkin jarang digunakan oleh pengguna Quran android.Screenshot_2014-05-20-18-45-55

Dari sekian aplikasi Quran untuk Android, Quran Android adalah favorit saya. Tidak saja karena aplikasi ini gratis dan bebas-iklan (kalo yang gratis tapi pakai iklan, tau sendiri lah, sangat mengganggu terutama untuk hp berlayar kecil), namun juga sangat praktis. Berikut beberapa keunggulan dan tipsnya:

1. User interface Mushaf Madinah
Aplikasi Quran Android memiliki halaman yang persis sama dengan mushaf madinah atau yang sering kita sebut Quran pojok. Jika kamu sudah terbiasa membaca atau menghapal Al Quran menggunakan mushaf madinah, kamu bisa langsung beradaptasi dengan aplikasi ini. Saya teringat salah satu tips menghafal Al Quran: “gunakan mushaf yang sama”, tujuannya adalah agar kita tak hanya mampu menghapal rangkaian ayatnya namun juga terbantu dengan mengingat posisi ayat jika menggunakan satu model mushaf. « Read the rest of this entry »

Istighfar

November 10, 2013 § Leave a comment

Beberapa waktu lalu, seorang bapak datang kepada Syaikh bin Bazz, ulama dan mufti terkenal Arab Saudi. Bapak tersebut mengadukan keadaannya yang sudah 7 tahun menikah namun belum dikaruniai seorang anakpun. Syaikh Bin Bazz tidak memberikan nasihat apapun kecuali satu kalimat sederhana, “Perbanyak istighfar.”

Satu tahun kemudian, bapak tersebut kembali menemui Syaikh, mengabarkan bahwa dia mengikuti nasihat beliau dan, dengan izin Allah, istrinya hamil.

image

***

Tiga belas abad silam, pernah pula ada yang datang kepada Imam Hasan Al Bashri, seorang ulama era tabiin yang terkenal dengan ilmu, kecerdasan, dan taqwa. Diadukannya keadaan negerinya yang kering-kerontang dan langit tak setetespun menurunkan hujan. Sang Imam tak memberikan nasihat apapun kecuali satu kalimat saja, “Perbanyak istighfar.”

Kemudian datang pula yang lain mengadukan kondisinya yang miskin, Hasan Al-Bashri memberikan nasihat yang sama, “Perbanyak istighfar.”

Di hari lain, seseorang kembali datang dan menyebutkan keadaan istrinya yang mandul, tak bisa melahirkan. Hasan Al-Bashri mengatakan, “Perbanyak istighfar.”

Maka jamaah bertanya, “Apakah setiap ada yang datang mengadu kepada engkau, Wahai Imam, engkau sampaikan pesan yang sama?”

Hasan Al-Bashri menjawab, “Tidakkah kalian membaca firman Allah Ta’ala,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
مَا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,
niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,
dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.
Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?”
(QS. Nuh: 10-13)

***

Ada dua hal yang menjadi alasan kita beroleh keamanan di dunia. Alasan pertama sudah diangkat dan tak ada lagi saat ini; yang tersisa hanyalah alasan kedua.

Yang pertama adalah Rasulullah, sebagaimana firman Allah,
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ
“Dan Allah tak akan menurunkan azab kepada mereka sementara engkau (Muhammad) ada bersama mereka…” (Al-Anfal: 33)

Dan yang kedua adalah istighfar, sebagaimana kelanjutan firman Allah di atas,
وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“…dan Allah tak akan mengazab mereka sementara mereka adalah orang-orang yang senantiasa memohon ampun (istighfar).” (Al-Anfal: 33)

Mulailah perbanyak istighfar kepada Allah dalam kesendirian. “Beruntunglah,” ujar Rasul, “mereka yang mendapatkan dalam lembaran amalannya, istighfar yang banyak.”

Jakarta, 7 Muharam 2013

Penawar Duka

February 6, 2013 § Leave a comment

Bagi siapapun yang dirundung sedih, Rasul SAW telah berikan bimbingan untuk menenangkan hati.

ما أصاب عبداُ هم ولاحزن فقال
“اللهم إني عبدك و ابن عبدك و ابن أمتك ناصيتي بيدك ماضِ في حكمك ، عدل في قضاؤك أسالك بكل اسم هو لك سميت به نفسك أو أنزلته في كتابك ، أو علمته أحداً من خلقك أو استأثرت به في علم الغيب عندك أن تجعل القرآن ربيع قلبي ، ونور صدري وجلاء حزني وذهاب همي ”
إلا أذهب الله حزنه وهمه وأبدله مكانه فرحا
– رواه أحمد و أبو يعلى و الطبرانى عن ابن مسعود

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak seorangpun dari hamba Allah yang mendapatkan musibah atau didera kesedihan, lalu dia berdoa dengan doa berikut:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ

‘Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu. Hidupku di tangan-Mu. Semua hukum dari Mu terjadi padaku dan semua ketentuan-Mu adalah keadilan untukku. Aku meminta dengan nama yang Engkau miliki, dengan nama tersebut Engkau namakan diri-Mu atau dengan nama yang Engkau ajarkan kepada salah satu makhluk-Mu, atau yang ada pada ilmu ghaib di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al Quran penenang hatiku, cahaya di dadaku serta penghapus duka dan kesedihanku;’

niscaya Allah akan menghapus duka dan kesedihan itu. Lalu, menggantinya dengan kebahagiaan.”
(HR. Ahmad, Abu Ya’la dan Thabrani; dari Ibn Mas’ud)

Asyura: Pembersihan Buku Dosa Setahun Lalu

November 23, 2012 § 2 Comments

“Puasa di hari Asyura akan hapuskan dosa-dosa selama satu tahun lalu.”
(HR. Muslim No. 1976)

Baru-baru ini saya baca di internet, di Barat ada perayaan Halooween. Dalam beberapa hari ini juga ada acara lain yang menghabiskan puluhan ekor kalkun dalam satu kali makan malam yang dikenal dengan nama Thanksgiving dinner. Sebentar lagi, juga akan ramai orang menyambut tahun baru dengan perayaan malam atau detik-detik terakhir.

Itu bukan tradisi kita. Ajaran agama kita, Islam sudah memiliki tradisi sendiri. Ada bulan-bulan yang disebut Allah dalam Surat At-Taubah: 36 sebagai Bulan Haram (Asyhurul Hurum). Dari 12 bulan yang ada, 4 bulan tersebut adalah tiga bulan secara berurut (Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram) dan Bulan Rajab.

Di bulan ini, Allah tegaskan lagi larangan berbuat zhalim (فَلا تَظْلِمُوا فِيْهِنَّ أَنْفُسَكُمْ). Ibnu Abbas menafsirkan potongan ayat ini, “Allah melarang berbuat zhalim kapanpun, lalu Dia tekankan lagi untuk empat bulan haram ini. Allah jadikan bulan-bulan ini dihormati. Maka, Allah jadikan perbuatan dosa di bulan haram ini lebih berat hukumannya ketimbang bulan lain. Sebaliknya, Allah juga lipat gandakan pahala kebaikan.” « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with ibadah at jannahTees.