Istighfar

November 10, 2013 § Leave a comment

Beberapa waktu lalu, seorang bapak datang kepada Syaikh bin Bazz, ulama dan mufti terkenal Arab Saudi. Bapak tersebut mengadukan keadaannya yang sudah 7 tahun menikah namun belum dikaruniai seorang anakpun. Syaikh Bin Bazz tidak memberikan nasihat apapun kecuali satu kalimat sederhana, “Perbanyak istighfar.”

Satu tahun kemudian, bapak tersebut kembali menemui Syaikh, mengabarkan bahwa dia mengikuti nasihat beliau dan, dengan izin Allah, istrinya hamil.

image

***

Tiga belas abad silam, pernah pula ada yang datang kepada Imam Hasan Al Bashri, seorang ulama era tabiin yang terkenal dengan ilmu, kecerdasan, dan taqwa. Diadukannya keadaan negerinya yang kering-kerontang dan langit tak setetespun menurunkan hujan. Sang Imam tak memberikan nasihat apapun kecuali satu kalimat saja, “Perbanyak istighfar.”

Kemudian datang pula yang lain mengadukan kondisinya yang miskin, Hasan Al-Bashri memberikan nasihat yang sama, “Perbanyak istighfar.”

Di hari lain, seseorang kembali datang dan menyebutkan keadaan istrinya yang mandul, tak bisa melahirkan. Hasan Al-Bashri mengatakan, “Perbanyak istighfar.”

Maka jamaah bertanya, “Apakah setiap ada yang datang mengadu kepada engkau, Wahai Imam, engkau sampaikan pesan yang sama?”

Hasan Al-Bashri menjawab, “Tidakkah kalian membaca firman Allah Ta’ala,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
مَا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,
niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,
dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.
Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?”
(QS. Nuh: 10-13)

***

Ada dua hal yang menjadi alasan kita beroleh keamanan di dunia. Alasan pertama sudah diangkat dan tak ada lagi saat ini; yang tersisa hanyalah alasan kedua.

Yang pertama adalah Rasulullah, sebagaimana firman Allah,
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ
“Dan Allah tak akan menurunkan azab kepada mereka sementara engkau (Muhammad) ada bersama mereka…” (Al-Anfal: 33)

Dan yang kedua adalah istighfar, sebagaimana kelanjutan firman Allah di atas,
وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“…dan Allah tak akan mengazab mereka sementara mereka adalah orang-orang yang senantiasa memohon ampun (istighfar).” (Al-Anfal: 33)

Mulailah perbanyak istighfar kepada Allah dalam kesendirian. “Beruntunglah,” ujar Rasul, “mereka yang mendapatkan dalam lembaran amalannya, istighfar yang banyak.”

Jakarta, 7 Muharam 2013

Advertisements

Penawar Duka

February 6, 2013 § Leave a comment

Bagi siapapun yang dirundung sedih, Rasul SAW telah berikan bimbingan untuk menenangkan hati.

ما أصاب عبداُ هم ولاحزن فقال
“اللهم إني عبدك و ابن عبدك و ابن أمتك ناصيتي بيدك ماضِ في حكمك ، عدل في قضاؤك أسالك بكل اسم هو لك سميت به نفسك أو أنزلته في كتابك ، أو علمته أحداً من خلقك أو استأثرت به في علم الغيب عندك أن تجعل القرآن ربيع قلبي ، ونور صدري وجلاء حزني وذهاب همي ”
إلا أذهب الله حزنه وهمه وأبدله مكانه فرحا
– رواه أحمد و أبو يعلى و الطبرانى عن ابن مسعود

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak seorangpun dari hamba Allah yang mendapatkan musibah atau didera kesedihan, lalu dia berdoa dengan doa berikut:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ

‘Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu. Hidupku di tangan-Mu. Semua hukum dari Mu terjadi padaku dan semua ketentuan-Mu adalah keadilan untukku. Aku meminta dengan nama yang Engkau miliki, dengan nama tersebut Engkau namakan diri-Mu atau dengan nama yang Engkau ajarkan kepada salah satu makhluk-Mu, atau yang ada pada ilmu ghaib di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al Quran penenang hatiku, cahaya di dadaku serta penghapus duka dan kesedihanku;’

niscaya Allah akan menghapus duka dan kesedihan itu. Lalu, menggantinya dengan kebahagiaan.”
(HR. Ahmad, Abu Ya’la dan Thabrani; dari Ibn Mas’ud)

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with dzikir at jannahTees.