Tahu Apa yang Benar² Inspiring One?

January 7, 2013 § Leave a comment

inspiring_onePekan lalu, seorang teman menghadiahi saya buku ini (may Allah grant you better). Saya percaya bahwa everything happens on purpose. Segala teori tentang ‘kebetulan’, bagi saya, adalah omong kosong. Maka, buku yang di tangan saya inipun punya alasan sendiri: buku dengan isi yang tepat di waktu yang tepat.

Buku ini berjudul Inspiring One. Merupakan kumpulan artikel dari GeraiDinar.com. Sederhananya, blog yang dibukukan. Ditulis oleh Muhaimin Iqbal, pendiri Gerai Dinar. Terbaca dari sub-judulnya, buku ini bertujuan membangun jiwa entrepreneur dan memberikan kiat sukses dalam usaha. Penyampaian dalam buku ini ringan dan sederhana. Meski demikian buku ini tak hanya berisi kiat sukses usaha semata, namun juga sukses kehidupan.

Tentunya buku ini disuguhkan untuk siapapun yang memiliki keinginan berwirausaha. Baik mereka yang belum punya usaha atau yang sudah punya penghasilan sendiri, wabil khusus, para pekerja yang masih terima gaji. Namun jangan sinis dulu, penulis mencantumkan sendiri bahwa buku ini untuk mereka yang mengalami penyakit bad days: tak betah dengan rutinitas yang sama, gaji tetap, kemajuan lambat, singkat kata: ingin segera resign.

Saya setuju dengan penulis. Bagi mereka yang sudah nyaman dengan pekerjaan, tentu tak perlu merasa tergoda atau memaksakan diri untuk tidak betah. Menurut saya, tidak ada salahnya bekerja menerima upah—yang katanya zona aman—jika penghasilan halal, kebermanfaatan luas, kerja sejalan dengan hobi, pahala tinggi plus gaji besar (bilang و). « Read the rest of this entry »

Memperingati, Bukan Mengimitasi

November 26, 2011 § 2 Comments

Sudah tentu hal yang akan saya tulis ini bernilai baik. Kita berniat menyelisihi tradisi yang disuguhkan oleh dunia barat setiap tahunnya. Jika mereka merayakan semeriah mungkin malam 1 Januari, maka untuk tidak meniru mereka, kita tak perlu berbuat apa-apa; atau kita menggantinya dengan refleksi diri satu tahun ke belakang dan persiapan untuk satu tahun ke depan. Dalam hati, kita berbahagia karena telah berhasil meninggalkan imitasi (tasyabbuh) terhadap tradisi yang sama sekali tak ada akarnya dari pendahulu kita.

Kemudian, di hari lainnya pada malam 1 Muharram yang kita semua tahu menjadi awal tahun milik umat Islam, kita melakukan selebrasi besar-besaran memperingatinya. Kita ajak sanak family keluar rumah pada akhir malam bulan Dzulhijjah sambil makan malam, atau pesta, atau jalan-jalan, sembari menunggu pukul 00:01 sebagai pergantian tahun. Tanpa sadar, kita meniru tradisi yang pada awalnya hendak dijauhi. Hanya saja  kali ini, tradisi itu dilakukan pada tanggal yang berbeda—cara yang sama. « Read the rest of this entry »

Manusia Pagi

November 20, 2011 § Leave a comment

Saya memimpikan satu negeri dengan para pemudanya yang telah beshaf-shaf pada subuh kelam dimana mata dunia masih tertutup lelap. Logis saja, apakah kelompok yang telah lebih dulu bangun akan dikalahkan oleh kelompok yang masih lelap berselimut? Ini bukan mimpi yang berjarak jauh panggang dari api. Mimpi ini dekat sekali. Sedekat gajah di pelupuk mata yang semestinya tampak nyata ketimbang sekumpulan kuman di seberang lautan yang sering menjadi bahan kritikan, demonstrasi dan tuntutan perubahan.

Mungkin terkesan “sepele” perkara bangun pagi ini. Tapi tak seorangpun bisa menduga bahwa kadang, urusan-urusan sepele dalam sejarah telah menyumbangkan hasil luar biasa besar. Tidak sedemikian sepele juga agaknya mengingat para pendahulu kita adalah figur-figur yang telah bangun saat yang lainnya masih lelap menggelung bantal. Mereka adalah orang-orang yang benci dengan berleha-leha pada jam dimana manusia seharusnya bisa sangat produktif. Momen ini, bagi para ulama, menyimpan ghanimah yang sangat berharga.

Tidak hanya menghabiskan hari di tempat tidur dengan mimpi-khayalan yang tak pernah bisa rampung dengan menutup mata, namun, banyak tidur mampu mematikan hati, memicu kemalasan dan mengubah yang kuat menjadi lemah. Penduduk Jepang yang terkenal dengan etos kerja mereka bukanlah komunitas penidur pagi. Tak satu sejarahpun menyebutkan satu tokoh yang kemudian mencapai mimpinya dengan rutinitas tidur setiap pagi. « Read the rest of this entry »

Kenapa Belum Berubah?

September 13, 2011 § Leave a comment

Ada sebuah ucapan bijak yang mengatakan bahwa: semua yang ada di bumi ini pasti berubah. Satu-satunya hal yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri.

Pada faktanya memang demikian. Ada beragam perubahan yang bisa kita rasakan di alam. Saat masih kecil, saya sering mendengar kata “berubah” ini berformat perintah, “berubah!” atau dalam bahasa aslinya, “henshin!”, kemudian diikuti dengan perubahan seorang manusia dengan pakaian casual menjadi manusia dengan pakaian bertopeng yang oleh Sinchan disebut sebagai pahlawan bertopeng. Meski perubahan seperti ini hanya ada dalam cerita anak-anak, setidaknya dari kecil kita sudah diberi pemahaman bahwa segala sesuatu itu berubah. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with change at jannahTees.