Mahatma Gandhi: Tentang Muhammad

February 8, 2013 § 3 Comments

Mahatma Gandhi: Tentang Muhammad

Saya ingin tahu yang terbaik dari mereka yang memegang kekuasaan, tak terbantahkan atas hati jutaan umat manusia saat ini. Saya menjadi lebih dari sekedar yakin bahwa bukan pedang yang memberikan tempat bagi Islam dalam kehidupan. Namun kesederhanaan, menjunjung tinggi Sang Nabi, kesetiaan pada janji, pengabdian kepada teman dan pengikutnya, keberaniannya, kepercayaan mutlak kepada Allah dalam setiap misinya. Ini semua dan sama sekali bukan pedang yang membawa segalanya untuk mereka dan mengatasi semua masalah. Ketika saya menutup volume kedua dari Biografi Sang Nabi, saya merasa tidak ada lagi kisah kehidupan yang perlu saya baca, yang lebih hebat dari kehidupan beliau.”
Mahatma Gandhi, dalam India Young

Advertisements

George Bernard Shaw: Tentang Muhammad SAW

February 7, 2013 § 1 Comment

Tentang Muhammad SAW

Saya percaya bahwa seorang tokoh seperti dia (Muhammad) menduduki jabatan diktator semua dunia modern saat ini, dia akan sukses memberikan solusi untuk setiap masalah. Dia akan melakukannya dengan cara yang membawa kedamaian dan kebahagiaan. Saya ramalkan bahwa kepercayaan yang dibawa Muhammad akan diterima oleh Eropa dimasa depan sebagaimana Eropa telah mulai menerimanya hari ini.

Jika ada agama yang mungkin mengatur Inggris, bahkan Eropa, dalam kurun seratus tahun ke depan; tak lain agama itu adalah Islam.

George Bernard Shaw, The Genuine of Islam Vol I No. 8, 1936
Sastrawan, Penulis, Pemikir Irlandia, Peraih Nobel bidang Sastra tahun 1925

Surat Profesor Muhammad Yunus kepada Member Grameen Bank

January 3, 2013 § Leave a comment

pic from: muhammadyunus.org

pic from: muhammadyunus.org

Mungkin tokoh ini cukup familiar bagi sebagian kita. Beliau adalah Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank di Bangladesh. Bank yang beliau dirikan memberi kredit mikro bagi penduduk desa. Tak hanya pinjaman namun Grameen Bank telah memberikan pelajaran berharga untuk dunia di bidang kemanusiaan. Tak ayal, pada 2006 Muhammad Yunus bersama Grameen Bank menerima penghargaan nobel perdamaian.

Sebagian cuplikan perjuangan awal membangun Grameen Bank hingga waktu dekat ini dituangkan dalam surat beliau kepada anggota Grameen Bank. Saya beroleh semangat dan motivasi dari surat ini. Bagi yang ingin membaca surat tersebut dalam versi Bahasa Inggris silakan kunjungi situs Grameen Bank, atau untuk edisi terjemahan, saya tulis di sini:

Surat Profesor Muhammad Yunus kepada Member Grameen Bank

15 Mei 2011

Kepada
Pemilik Grameen Bank yang saya cintai dan
Anggota Grameen Bank yang saya banggakan:

Tiga puluh lima tahun lalu. Saya tak pernah mengira akan memulai sebuah bank yang memberikan pinjaman untuk orang susah, terutama perempuan miskin di pedesaan. Sebagai guru, saya selalu sibuk mengajar di kelas dan jauh dari realita di lapangan. Namun kemudian, Desa Jobra membawa masa depan saya ke arah yang sepenuhnya berbeda. Di sana, untuk pertama kalinya saya menyaksikan bagaimana lintah darat memperbudak penduduk. Terpikirkan sekiranya saya bisa berikan pinjaman kepada penduduk miskin, desa ini akan terbebas dari cengkraman lintah darat.

Itu yang kemudian saya lakukan. Saya tak pernah mengira bahwa hal ini menjadi panggilan hidup. Saya belajar banyak dari duduk bersama, berbicara dengan ibu-ibu di Desa Jobra; saya tahu banyak hal yang tak pernah saya bayangkan. Ingin sekali melakukan apa saja yang saya bisa untuk membantu mereka. Meski sedikit, bersama para mahasiswa saya bisa membantu ibu-ibu miskin. Saya menjadi penjamin pinjaman bank untuk mereka. Perempuan desa saat itu belum mengerti menabung. Di samping pinjaman tersebut, saya tambahkan program menabung. Program menabung dimulai dari 25 Paisa per pekan. Dan, hari ini, total tabungan para peminjam mencapai 6 milyar Taka!

Di awal berdirinya bank ini, para peserta belum bisa baca tulis. Kami mulai mengajari mereka dengan menulis nama masing-masing. Menulis di tanah tanah dengan kayu. Hingga kemudian saya membuat Proyek Grameen Bank.

Seiring dengan inisiatif Bank Bangladesh, di Kota Tangail saya lakukan program yang pernah saya buat di Jobra. Saya ceritakan kepada para perempuan di desa-desa sekitar Tangail tentang kegiatan di Desa Jobra. Mereka terlihat semangat dan antusias untuk melakukan hal yang sama. Proyekpun menyebar mulai dari Tangail, Rangpur, Patuakhali, Dhaka, hingga Rajshahi.

Secara bertahap, kalian ikut bergabung dengan Grameen Bank. « Read the rest of this entry »

Konsep Energi Habibie; Bukan Teori

August 13, 2012 § Leave a comment

Aku baru saja pulang dari Al Azhar Conference Center (ACC) usai menghadiri Dialog bersama Prof. DR. Ing. BJ Habibie. Menghadiri secara langsung pembicaraan dari tokoh besar yang namanya—kadang—lebih harum di negeri orang ketimbang di tanah sendiri tidak memberi faedah sebatas informasi belaka. Karena jika informasi, aku bisa mendapatkannya jauh lebih banyak dan praktis melalui perkakas penghubung ke dunia maya. Namun, sisi lain yang ku dapat di sini tak ku dapati dengan media apapun juga; adalah energi.

Aku tak paham dengan teori E=MC²-nya Albert Einstein sebagaimana aku juga tak begitu mengerti penjelasan energi meski telah ku lihat berulang-ulang dalam film dokumenter The Arrival. Tapi, apalah arti sebuah pemahaman. Agaknya aku tak begitu harus bersakit-kepala karena perkara yang tak ku pahami sementara aku bisa merasakannya. Meminjam bahasa Profesor Sofyan—rombongan Pak Habibie yang sempat berbincang dengan kami di stand PMIK tadi, tak sekedar teori dogmatis yang kita butuhkan, namun, aplikasi yang lebih membumi. Buku dengan tipikal seperti ini yang nanti—insyaallah—akan dirampungkan Pak Habibie.

Akupun mendapatkan poin aplikatif meski aku masih butuh penjabaran teoritis berikutnya. Namun, hingga di sini, aku sedikit puas. Bahwa energi yang dimaksudkan itu berhembus dalam ruang ACC itu. Pegal karena berdiri sekian jam terbayarkan oleh pengalaman yang tak ternilai. Karena di sana, aku menahan air mata yang menyimpan haru, sedih dan termotivasi. Haru karena sosok Pak Habibie, sedih atas terbuangnya waktuku dan termotivasi bahwa aku, dengan segala ke-serba-lengkap-an ini, pasti bisa meraih apa yang ku inginkan. Kita tak akan menjadi Pak Habibie karena cukup satu Habibie di dunia ini. Namun, kita mungkin bisa meminjam teorinya itu untuk menjadi kita yang lebih baik. Entahlah jika bisa dibandingkan dengan Pak Habibie atau tidak, yang pasti, sekalipun bisa, bandingan itu tak akan fair. Kita hanya bisa dibandingkan dengan kita yang sebelumnya. Apakah menjadi lebih baik atau sebaliknya—wal’iyadzubillah—lebih buruk.

Pak Habibie menyebutkan tiga kunci sukses. Bukan apa², Pak; namun, aku hanya ingin sedikit mengubah urutannya. Sebab, dalam tulisan tingkat tinggi, urutanpun memberi makna. Maka, izinkan aku memberi makna pada urutan itu dengan mengganti hirarkinya. Bukan karena tulisanku tingkat tinggi, hanya saja aku tengah belajar menjadi penulis dengan karya tingkat tinggi. Dan, please, jangan bapak halangi niatku dengan tidak mengizinkan. « Read the rest of this entry »

Habibie dan Ainun

November 23, 2011 § Leave a comment

Buku ini adalah bukti sungguhan bahwa fakta ternyata memang lebih menarik ketimbang fiksi. Membaca buku ini, seperti menyelami banyak dunia dalam satu cerita. Saya tidak berlebihan pada sosok yang memang banyak memiliki kelebihan. Bahwa kisah Habibie dan Ainun, jika mau jujur, telah melampaui Romeo Juliet hingga Layla Majnun.

At the touch of love, everyone becomes poet —Plato

Ada banyak dimensi yang dimuat oleh Pak Habibie dalam buku ini. Jika ingin klasifikasi secara global, buku ini memiliki dua cerita terpisah yang kemudian terangkai dalam lika-liku dua manusia biasa menjadi satu kisah luar biasa.

« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with biography at jannahTees.