Profesor Jomblo

November 16, 2017 § Leave a comment

jomblo and proud

Jika dihitung menggunakan usia pendidikan, untuk meraih gelar doktor secara normal dibutuhkan waktu 22 tahun. 12 tahun untuk SD, SLTP dan SLTA; 4 tahun sarjana, 2 tahun master dan 4 tahun doktor.

Jika menggunakan teori Gladwell, hukum 10 ribu jam, maka diperlukan waktu kurang dari empat tahun agar dapat menjadi ahli dalam hal tertentu. Jika engkau melatih satu keterampilan selama 8 jam setiap hari, engkau akan ahli dalam 1250 hari atau kurang dari tiga setengah tahun. Menurut teori ini, menjadi master satu bidang tertentu bisa lebih cepat lagi. Mungkin dari sini sebagian sekolah pascasarjana mengambil pedoman: kuliah master tidak boleh dari 7 semester. « Read the rest of this entry »

Advertisements

Indonesians Have no Reasons not to Understand Arabic [NC#15]

November 15, 2017 § Leave a comment

learn arabic

If you are a muslim, an Indonesian and able to read this, you have the greatest chance to be able to understand Arabic. Let’s see how many words in Indonesia are derived from English, I don’t know. But, let us check the Arabic words we use in our daily life. « Read the rest of this entry »

Zakat dan Pisang [NC #14]

November 14, 2017 § Leave a comment

Kulit-Pisang

Di tempat kerja kami terjadi pergantian pimpinan. Begitulah waktu, benar-benar tanpa ampun. Sehebat apapun manusia, jika bertemu dengan waktu, mereka tak sedikitpun punya kuasa memperlambat, apalagi menghentikan.

Pimpinan yang lama pensiun, diganti dengan pimpinan baru. Salah satu hal yang saya suka dari pimpinan baru ini adalah tindakannya yang lugas. Simpel. Interuksi yang diberikan jelas, jika salah langsung ditegur dan jika benar tak sungkan-sungkan, beliau langsung menyebut nama kami, orang-orang biasa, ini di forum besar. Diantara hal yang lugas dari pidatonya tadi adalah bahasan tentang zakat.

Zakat itu ibarat kita makan pisang. Begitu analoginya membuka pembicaraan. Pidato tersebut terkait gaji karyawan yang sudah melebihi nisab, perlu dikeluarkan zakatnya. Ibaratnya pisang, tak ada manusia yang memakan seutuhnya, karena memang bukan seluruhnya buat kita. Kulitnya perlu dikupas terlebih dahulu. Itu bukan untuk kita. Maka kulit pisang bisa dijadikan pupuk untuk tumbuhan atau makanan untuk ternak.

Begitu juga harta. Penghasilan yang kita peroleh, tak seratus persen untuk kita konsumsi. Ada hak orang lain di sana yang perlu dikeluarkan sebelum harta tersebut dimakan. Hanya sedikit. 2,5%. Dengan artian jika penghasilan kita 10 juta, hanya 250 ribu yang harus dikeluarkan. Berapalah 250 ribu dibanding 9.750.000 yang bisa dinikmati.

Zakat adalah kewajiban, dengan artian, tidak menunaikan zakat berarti menanggung dosa. Selain sebagai kewajiban kepada Allah, zakat memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap sesama. Menurut riset kecil-kecilan saya, diantara penyebab tindak kriminal adalah karena kesenjangan ekonomi. Orang kayanya lupa dengan yang miskin. Akibatnya, bagi yang miskin, harta orang kaya adalah sasaran.

Disamping sebagai kewajiban kepada Allah, dan bentuk sosial kepada sesama, jumlah zakat yang dikeluarkan itu juga sangat kecil. Agaknya, keterlaluan juga jika dari sekian banyak harta yang Allah beri buat kita, mengeluarkan hanya 2,5% kita juga tak mau.

Jika memang masih tidak mau, serupa analogi pimpinan saya tadi, kita ibaratnya makan pisang berikut kulitnya. Sakit perut? Ya, bisa jadi harta yang tidak dikeluarkan itu menjadi penyakit. Seperti orang yang maksa mau makan pisang berikut kulitnya. Ini baru analogi pisang, bagaimana jika analoginya durian.

Tenabang, 1.58 pm

No I in T E A M [NC#13]

November 13, 2017 § Leave a comment

Pergantian tahun satu bulan setengah lagi. Jika pekerjaan serupa maraton yang dilakukan selama satu tahun, maka pekan-pekan ini adalah waktunya sprint. Berlari sekencang mungkin untuk mencapai finish. Begitu juga dengan tempat saya bekerja. Ada beberapa target yang harus diselesaikan disamping mempersiapkan bahan untuk rapat akhir tahun. Pada rapat akhir tahun, rencana kerja selama satu tahun ke depan akan dibahas. « Read the rest of this entry »

Mengambil Masa Lalu [NC#12]

November 12, 2017 § Leave a comment

Siapa yang masih saja menempel dengan masa lalu disebut gagal move on. Namun, mereka yang melupakan masa lalu juga akan kesulitan belajar hidup. Mengingat masa lalu, sebagaimana obat, harus dengan komposisi dan waktu yang pas. « Read the rest of this entry »

Waktu [NC#11]

November 11, 2017 § Leave a comment

time lapse

Faris, anak saya yang berusia 11 bulan sudah mulai banyak melangkah tanpa bantuan. Setiap kali melihat perkembangan Faris, baik secara fisik, ucapan atau kelakuannya yang mulai memilih jika diberikan sesuatu, mengejar apa yang dia inginkan atau menolak saat tidak menginginkannya; saya sadar waktu benar-benar tak punya ampun. Terus bergulir tanpa henti. Engkau terlena, dilindas. « Read the rest of this entry »

Antara Karir dan Ibadah [NC#10]

November 10, 2017 § Leave a comment

Sebenarnya saya tidak tahu akan menulis apa hari ini. Kemarin satu hari saya sama sekali tidak menulis. Kata orang, hal-hal yang “terlalu” tidak baik buat otak. Terlalu sedih membuat kita sulit berpikir, demikian juga terlalu bahagia. Dua hari terakhir ini agaknya saya terlalu bahagia sehingga pikiran menjadi random dan bingung apa yang harus saya ketik hari ini. « Read the rest of this entry »