9 Tips Quran Andoroid

May 20, 2014 § Leave a comment


Mungkin saya termasuk telat menuliskannya di blog. Nyaris semua pengguna gadget dengan sistem operasi android sudah menginstal aplikasi ini. Namun, mungkin ada yang belum begitu optimal dalam penggunaannya, saya ingin berbagi 9 tips yang mungkin jarang digunakan oleh pengguna Quran android.Screenshot_2014-05-20-18-45-55

Dari sekian aplikasi Quran untuk Android, Quran Android adalah favorit saya. Tidak saja karena aplikasi ini gratis dan bebas-iklan (kalo yang gratis tapi pakai iklan, tau sendiri lah, sangat mengganggu terutama untuk hp berlayar kecil), namun juga sangat praktis. Berikut beberapa keunggulan dan tipsnya:

1. User interface Mushaf Madinah
Aplikasi Quran Android memiliki halaman yang persis sama dengan mushaf madinah atau yang sering kita sebut Quran pojok. Jika kamu sudah terbiasa membaca atau menghapal Al Quran menggunakan mushaf madinah, kamu bisa langsung beradaptasi dengan aplikasi ini. Saya teringat salah satu tips menghafal Al Quran: “gunakan mushaf yang sama”, tujuannya adalah agar kita tak hanya mampu menghapal rangkaian ayatnya namun juga terbantu dengan mengingat posisi ayat jika menggunakan satu model mushaf. « Read the rest of this entry »

Free-dumb

August 17, 2012 § 1 Comment

Catatan satu tahun silam tentang freedom

Aku pernah berpikiran sederhana sekali. Sarkasmenya: dangkal. Tentang arti kebebasan yang aku terjemahkan dalam susunan yang—menurutku—singkat-tepat. Aku mengartikan kebebasan sebagai murni kebebasan semata. Setiap kita memiliki itu. Maka, untukku, hakku adalah segalanya; dan hak tersebut hanya dibatasi oleh hak orang lain. Selagi apa yang ku lakukan tak bersinggungan dengan hak orang lain, I don’t give a dam*.Maka untuk beberapa masa, menjadilah aku manusia yang merasa tak terikat. Tak peduli dengan slogan Naga Bonar: “apa kata dunia”, aku bebas dengan duniaku. Terserah dunia mau bilang apa, bagiku, aku merdeka. Selama aku tak merampas hak orang lain, terserah aku mau berbuat apa.

Itulah yang kemudian ku sebut sebagai freedom.
« Read the rest of this entry »

Konsep Energi Habibie; Bukan Teori

August 13, 2012 § Leave a comment

Aku baru saja pulang dari Al Azhar Conference Center (ACC) usai menghadiri Dialog bersama Prof. DR. Ing. BJ Habibie. Menghadiri secara langsung pembicaraan dari tokoh besar yang namanya—kadang—lebih harum di negeri orang ketimbang di tanah sendiri tidak memberi faedah sebatas informasi belaka. Karena jika informasi, aku bisa mendapatkannya jauh lebih banyak dan praktis melalui perkakas penghubung ke dunia maya. Namun, sisi lain yang ku dapat di sini tak ku dapati dengan media apapun juga; adalah energi.

Aku tak paham dengan teori E=MC²-nya Albert Einstein sebagaimana aku juga tak begitu mengerti penjelasan energi meski telah ku lihat berulang-ulang dalam film dokumenter The Arrival. Tapi, apalah arti sebuah pemahaman. Agaknya aku tak begitu harus bersakit-kepala karena perkara yang tak ku pahami sementara aku bisa merasakannya. Meminjam bahasa Profesor Sofyan—rombongan Pak Habibie yang sempat berbincang dengan kami di stand PMIK tadi, tak sekedar teori dogmatis yang kita butuhkan, namun, aplikasi yang lebih membumi. Buku dengan tipikal seperti ini yang nanti—insyaallah—akan dirampungkan Pak Habibie.

Akupun mendapatkan poin aplikatif meski aku masih butuh penjabaran teoritis berikutnya. Namun, hingga di sini, aku sedikit puas. Bahwa energi yang dimaksudkan itu berhembus dalam ruang ACC itu. Pegal karena berdiri sekian jam terbayarkan oleh pengalaman yang tak ternilai. Karena di sana, aku menahan air mata yang menyimpan haru, sedih dan termotivasi. Haru karena sosok Pak Habibie, sedih atas terbuangnya waktuku dan termotivasi bahwa aku, dengan segala ke-serba-lengkap-an ini, pasti bisa meraih apa yang ku inginkan. Kita tak akan menjadi Pak Habibie karena cukup satu Habibie di dunia ini. Namun, kita mungkin bisa meminjam teorinya itu untuk menjadi kita yang lebih baik. Entahlah jika bisa dibandingkan dengan Pak Habibie atau tidak, yang pasti, sekalipun bisa, bandingan itu tak akan fair. Kita hanya bisa dibandingkan dengan kita yang sebelumnya. Apakah menjadi lebih baik atau sebaliknya—wal’iyadzubillah—lebih buruk.

Pak Habibie menyebutkan tiga kunci sukses. Bukan apa², Pak; namun, aku hanya ingin sedikit mengubah urutannya. Sebab, dalam tulisan tingkat tinggi, urutanpun memberi makna. Maka, izinkan aku memberi makna pada urutan itu dengan mengganti hirarkinya. Bukan karena tulisanku tingkat tinggi, hanya saja aku tengah belajar menjadi penulis dengan karya tingkat tinggi. Dan, please, jangan bapak halangi niatku dengan tidak mengizinkan. « Read the rest of this entry »

Dear Diary: Refleksi

July 6, 2012 § Leave a comment

Dua hari lalu, setelah merampungkan tugas, saya bingung mau berbuat apa. Saya baru beberapa hari di tempat ini. Berbicara dengan staf lain, mereka sibuk dengan kerja masing-masing. Hanya ada komputer yang tak terkoneksi internet di meja saya. Isinyapun itu-itu saja. Hardisk D hanya terisi setengah megabyte oleh tulisan dan laporan. Hardisk C berisi program standar. Tak ada file video yang  bisa ditonton. Tak pula ada file audio yang bermutu. Hanya beberapa lagu barat di folder musik—yang mendengarnya sama sekali tidak memperbaiki mood. Saya membuka Ms. Word, membuat dunia baru dalam susunan kata.

Teman saya terbahak ketika mendengar jawaban dari pertanyaannya, “Jadi, kalo ga ada kerjaan, kamu ngapain?” dan saya menjawab: nulis diari.

Oke. Postingan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan lagu picisan remaja beberapa tahun lalu. Kata “diari” agaknya terdengar kurang match untuk seorang laki-laki, tidak lagi remaja dan berjenggot. Jika diganti dengan istilah “jurnal harian”, mungkin lebih cocok. Tapi apalah bedanya. “The rose,” kata Shakespeare, “with any other name, would smell as sweet”. « Read the rest of this entry »

Math Philosophy

December 9, 2011 § 1 Comment

Pure mathematics is, in its way, the poetry of logical ideas.

~Albert Einstein

Sometimes math can be deadly difficult, but some it can be funny or meaningful. I’ve just got from a friend an interesting thing you may find from math. Hold on, for some of you who hate math don’t go away, you may learn a little bit of beautiful thing in Math!

Let’s check this out, it’s amazingly beautiful! « Read the rest of this entry »

Menulis itu Seperti Pisang

November 29, 2011 § 1 Comment

Aku hendak belajar menulis. Namun, selalu saja tersandung oleh banyak hal. Sebenarnya menulis itu mudah sangat, kata orang-orang yang memang sudah hebat menulis. Aku coba, ternyata sulit-sulit mudah. Sulitnya tertulis sebanyak dua kali, berarti lebih condong kepada sulit ketimbang mudah. Dicobakan lagi dan aku mulai merasa sedikit perubahan. Ada seberkas kesenangan ketika beberapa huruf mulai tertata, lalu membentuk kata yang mampu mewakilkan beberapa hal yang susah diungkap. Namun, satu-dua paragraf, kata-kata itu terhenti. Aku paksakan untuk terus dan semua ide terpental, berserakan pada tema-tema yang sama sekali tak direncanakan sebelumnya. Setelah yang kedua, meskipun susah, menulis telah melahirkan sedikit lengkungan senyum di wajahku. Menyenangkan meskipun sulit. Dicobakan sekali lagi dan tanpa sadar, aku telah tercandu oleh kerjaan tulis-menulis ini. Tiga kali mencoba-coba, bolehlah aku buat kesimpulan bahwa menulis ini terasa manis sekali di jari dan tak ingin berlepas diri.

Perlu dicoba lebih dari tiga kali agaknya supaya tahu benar apakah satu pekerjaan bisa sesuai dengan seseorang atau tidak. Percaya aku dengan ucapan Virgil Garnet, “Try a thing you haven’t done three times. Once, to get over the fear of doing it. Twice, to learn how to do it. And a third time, to figure out whether you like it or not.” « Read the rest of this entry »

Hidup Lebih Lama dengan Menulis

November 24, 2011 § Leave a comment

Tahukah kamu, bahwa Piagam Madinah ternyata mengambil peranan penting dalam sejarah damai Muslim yang minoritas pada masa Rasulullah dengan kaum Musyrikin yang mayoritas?

Tahukah kamu, bahwa Nazi yang terkenal dengan hollocaust-nya itu dilatarbelakangi oleh Mein Kampf yang ditulis oleh Adolf Hitler?

Tahukah kamu, bahwa komunisme yang pernah menjadi katastrophi di planet ini, dinilai sebagai musibah pembantaian terbesar di dunia itu ternyata dikawal oleh tulisan Karl Marx, Manifesto Communista?

Tahukah kamu, bahwa kesedihan muslim Indonesia pada momen kemerdekaan 65 tahun silam adalah karena tujuh kata yang dihapus dalam Pancasila kita?

Tahukah kamu bahwa Salman Rushdie, menjadi sosok tenar sekaligus kontroversial bahkan dihalalkan darahnya setelah ia menerbitkan tulisannya, The Satanic Verse?

Tahukah kamu, bahwa Joanne Kathleen Rowling memiliki kekayaan melebihi Ratu Elizabet karena tulisannya yang tak lebih dari tujuh jilid? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the smart talk category at jannahTees.