Adil

January 8, 2013 § 2 Comments

Belakangan ada berita cukup heboh terkait beberapa tokoh pejabat di negara kita. Namun, bukan tentang kesibukan para pejabat, hasil rapat, kebijakan baru, atau kunjungan ke luar negeri mereka. Kali ini lebih “merakyat”. Berita tentang para petinggi negara  itu terjadi di jalanan. Seperti anak menteri yang menjadi penyebab kecelakaan hingga menewaskan korban atau menteri yang kendaraannya setelah diruwat, tabrakan.

Saya teringat pada kisah seorang anak pejabat juga, 13 abad silam. Kisah ini bukan fiktif melainkan fakta sejarah. Ditulis dalam buku Al-Wilayah ‘alal Buldan oleh DR. Abdul Aziz Al-’Umari.

adilPada masa kekhalifahan Amirul Mukminin Umar bin Khattab, di Mesir, diadakan lomba pacu kuda. Lomba tersebut diikuti beberapa  pemuda. Termasuk dua diantaranya, seorang pemuda Mesir beragama Koptik dan seorang lagi putra dari Amru bin Ash yang saat itu menjabat sebagai gubernur Mesir.

Singkat cerita, lomba dimenangkan oleh pemuda Koptik. Sang juara sangat bahagia. Namun Putra Amru bin Ash tidak terima. “Bagaimana mungkin seorang Koptik mendahului anak petinggi negeri ini?” dia memukul pemuda Koptik tersebut.
« Read the rest of this entry »

Ubuntu: I am Because We Are

July 20, 2012 § 3 Comments

Sebelum Eropa atau bangsa lainnya menjejakkan kaki di selatan Afrika, sudah ada satu suku mendiami kawasan tersebut. Suku Xhosa nama suku itu. Hingga kini, suku dengan ras asli Afrika itu masih eksis.
Beberapa waktu lalu, pernah seorang antropolog mendatangi pedalaman Afrika. Singgah di perkampungan Xhosa dan bertemu dengan penduduk setempat. Saat bertemu dengan anak-anak Xhosa, sang antropolog mengadakan sebuah lomba.

Sekeranjang penuh buah-buahan diletakkannya di bawah sebuah pohon. “Siapapun yang bisa sampai ke pohon tersebut pertama kali,” ujar Sang Antropolog, “adalah pemenangnya. Dia berhak mendapatkan seluruh buah.”

Serupa dengan lomba pada umumnya, tentu setiap peserta bersiap-siap. Namun, ketika lomba dimulai, anak-anak Xhosa saling bergandengan tangan satu sama lain. Mereka lari bersama-sama. Serempak hingga garis finish. Tak ada yang kalah dalam lomba tersebut. Semua tiba di garis akhir dalam waktu bersamaan. Semua menjadi pemenang. « Read the rest of this entry »

Kelas Kehidupan di Lereng Merapi

June 23, 2012 § 4 Comments

Merapi paska erupsi, diambil dari Desa Glagaharjo

Tidak ada yang istimewa dari rumah kecil itu. Serupa dengan ratusan rumah bantuan sosial lainnya, rumah itu juga demikian. Separuh kebawahnya dibangun dari batako dan separuh keatas bilik. Lantainya masih semen dan langit-langitnya langsung asbes. Jika engkau sempat berkunjung ke Dusun Kali Tengah Lor, Desa Glagaharjo, Cangkringan yang berposisi di lereng Merapi, rumah-rumah ini nyaris seragam ukuran dan bentuknya.

Begitu pula rumah Sumarjo (70 tahun), lelaki tua yang sejak lahir hingga saat ini menetap di lereng Merapi. Berdua saja dia dengan istrinya mendiami dan mengurus rumah sederhana itu. Dua anaknya sudah berkeluarga dan tinggal bersama keluarga mereka. Anak-anak mereka sudah mandiri. Hidup berpisah dari orang tua mereka. Pasangan tua itupun dituntut untuk mandiri. Hidup berpisah dari anak-anak mereka. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the real life category at jannahTees.