Tentang Kerja [quote]

November 2, 2017 § Leave a comment

Love your job but don’t love your company, because you may not know when your company stops loving you. ~Dr. APJ Abdul Kalam

  • Bekerja adalah proses yang tak berkesudahan. Kerjaan tak akan ada habisnya.
  • Kepentingan klien adalah hal penting, begitu juga kepentingan keluarga.
  • Jika terjadi apa-apa dalam hidupmu, tidak satupun dari atasan atau klien tersebut yang siap memberikan bantuan, tapi keluarga dan temanmu akan melakukannya.
  • Hidup tak sekedar tentang kerja, kantor dan klien. Ada banyak hal bermakna dalam hidup. Engkau perlu waktu bersosial, istirahat, olahraga dan lainnya. Jangan biarkan hidup menjadi hambar dan tanpa makna.
  • Mereka yang sering telat pulang kerja bukanlah pekerja keras melainkan orang yang tak cukup pintar mengatur waktu, tidak efisien dan kurang kompeten dalam bekerja.
  • Engkau tak perlu sekolah tinggi-tinggi jika akhirnya bekerja seperti mesin.
  • Jika atasan mu memaksa bekerja sampai larut, boleh jadi dia juga orang yang tidak efektif dan tidak memiliki makna dalam hidupnya. Sampaikan tulisan ini kepada mereka.

 

Advertisements

Surga

September 4, 2017 § Leave a comment

Ibnul Jauzi, satu dari ulama terbaik di zamannya. Menulis lebih dari 2000 buku. 20 ribu Yahudi dan Nasrani masuk Islam melalui dia. 100 ribu lebih pendosa taubat setelah nasihat-nasihatnya. Dan saat bersama murid-muridnya, Ibnul Jauzi berkata,

“Jika kelak, kalian masuk surga dan tidak mendapati saya bersama kalian di sana. Mintalah kepada Allah dan sampaikan, Wahai Rabb bahwa hambamu ini pernah menyebut-nyebut nama-Mu bersama kami.”

Hari ini, kita sangat minimalis dalam beragama. Sebagian kita melaksanakan shalat lima waktu dan merasa telah dijanjikan surga. Sebagian lagi baru menghapal 40 hadis Nawawi lantas menyejajarkan diri dengan alim, syaikh dan mufti.

Ibn Rajab Al-Hanbali | Thabaqat Hanabilah

Pic: Two Most Important Days In Life

May 31, 2015 § Leave a comment

two most important days

Bangsa Kasihan

October 20, 2014 § 1 Comment

Kasihan bangsa yang mengenakan pakaian yang tidak ditenunnya
memakan roti dari gandum yang tidak ia panen
dan meminum susu yang ia tidak memerasnya.

Kasihan bangsa yang menjadikan orang dungu sebagai pahlawan
dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah.

Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur,
sementara menyerah padanya ketika bangun.

Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan,
tidak sesumbar kecuali di reruntuhan,
dan tidak memberontak kecuali ketika lehernya sudah berada di antara pedang dan landasan.

Kasihan bangsa yang negarawannya serigala,
filosofnya gentong nasi,
dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.

Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya dengan terompet kehormatan,
namun melepasnya dengan cacian,
hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan terompet lagi.

Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu menghitung tahun-tahun berlalu,
dan orang kuatnya masih dalam gendongan.

Kasihan bangsa yang terpecah-pecah,
dan masing-masing pecahan menganggap dirinya sebagai bangsa.

― Khalil Gibran, The Garden of The Prophet

George Bernard Shaw: Tentang Muhammad SAW

February 7, 2013 § 1 Comment

Tentang Muhammad SAW

Saya percaya bahwa seorang tokoh seperti dia (Muhammad) menduduki jabatan diktator semua dunia modern saat ini, dia akan sukses memberikan solusi untuk setiap masalah. Dia akan melakukannya dengan cara yang membawa kedamaian dan kebahagiaan. Saya ramalkan bahwa kepercayaan yang dibawa Muhammad akan diterima oleh Eropa dimasa depan sebagaimana Eropa telah mulai menerimanya hari ini.

Jika ada agama yang mungkin mengatur Inggris, bahkan Eropa, dalam kurun seratus tahun ke depan; tak lain agama itu adalah Islam.

George Bernard Shaw, The Genuine of Islam Vol I No. 8, 1936
Sastrawan, Penulis, Pemikir Irlandia, Peraih Nobel bidang Sastra tahun 1925

Where Am I?

You are currently browsing the quote category at jannahTees.