Hal Sepele itu Tidak Eksis

September 8, 2017 § Leave a comment

Bulan ini ada dua teman yang berulang tahun di tempat saya bekerja. Selisihnya hanya satu hari. Teman pertama bekerja di pusat, dan satunya bekerja di wilayah. Teman pertama jabatannya lebih tinggi daripada yang kedua. Dan kemarin siang saya membaca banyak ucapan selamat, doa-doa kebaikan dan foto-foto potong kue di grup WA kantor; untuk teman yang pertama.

Saya bukan tipikal orang yang terbiasa dengan tradisi ulang tahun. Namun jika ada yang merayakannya, kenapa pelit untuk memberikan doa-doa yang baik. Siang itu saya sampaikan ucapan selamat, seuntai doa disertai foto kue yang saya dapat secara random dari google; untuk teman yang pertama tentunya.

Sorenya saya baru sadar bahwa teman satunya lagi, yang bekerja di wilayah, juga berulang tahun. Sama seperti sebelumnya, saya ucapkan selamat ulang tahun di grup WA disertai dengan foto kue yang saya ambil secara acak; untuk teman kedua.

Saya melihat sepele saja postingan tersebut. Mengucapkan selamat, doa, foto kue. Semua orang melakukannya, mulai dari anak sekolah hingga para senior. Tapi setelahnya saya dikabari oleh teman yang satunya tadi.

“Dek, makasi ya ucapan selamatnya di grup sore kemarin. Bos baru tau saya ulang tahun di bulan ini. Barusan beliau manggil saya dan bilang, ‘Kenapa ga kasi tau kalo ulang tahun’. Pagi ini kantor menyediakan kue untuk saya, ucapan selamat dan tak hanya itu, asisten kota yang sedang bertamupun turut serta merayakan.”

***
Saya percaya pada segala yang terjadi dalam hidup, tidak ada yang kebetulan. Saya mengirim ucapan selamat, kantor wilayah menyediakan perayaan kecil-kecilan untuk teman saya, saya menulis kisah ini di blog, atau ada yang kemudian membacanya. Semua tak terjadi kebetulan.

Begitu juga dengan hal-hal sepele. Apapun bentuknya, tidak ada yang kebetulan semata. Dulu, ada sang koki yang lupa memasukkan baking powder dalam adonan bolu coklatnya. Sepertinya kebetulan, namun konon ceritanya itulah awal mula kita mengenal kue bernama brownies.

Dulu sekali, abad ke-17, suatu malam, sebuah apel jatuh tegak lurus dari pohonnya. Kejadian biasa itu disaksikan oleh seorang pemuda yang tengah menikmati teh di kebun tersebut. ‘Hanya’ adegan apel yang jatuh yang didapati oleh seorang pemuda, begitu yang dikisahkan Wiliam Stukeley, seorang arkeolog. Namun hingga hari ini kita mengenal teori gravitasi yang digagas oleh pemuda yang tak lain bernama Isaac Newton itu. Dia menjadi tokoh besar dalam Fisika. Lebih dari itu, diapun disebut-sebut di lembar sejarah. Michael Hart menulis 100 orang paling berpengaruh di dunia sepanjang masa, dan nama Isaac Newton menempati posisi kedua, tepat setelah Nabi kita tercinta, Muhammad SAW.

Kadang, setiap kali saya membayangkan betapa besar konsekwensi yang lahir dari hal-hal sepele; saya jadi yakin bahwa di dunia ini tak ada hal yang benar-benar sepele.

Dalam hal kebaikan, Rasul mengajarkan, “Jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apapun; meski itu hanya sekedar memberikan senyuman kepada saudaramu.” Kita tidak pernah tahu dampak senyuman tersebut berikutnya.

Saya suka tersenyum sendiri jika ingat hal-hal ‘sepele’ yang berpengaruh besar dalam hidup saya, atau dalam kisah dari keluarga dan teman-teman saya. Kemudian juga saya jadi tersentak. Sebab, setiap hal-hal sepele tersebut, baik dalam bentuk kebaikan maupun keburukan, sekecil atom-pun; akan dipertanyakan di akhirat kelak. [MFK]

| Tenabang, Jakarta

Advertisements

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Hal Sepele itu Tidak Eksis at jannahTees.

meta

%d bloggers like this: