Day 1 – 10 things that make you really happy

December 11, 2018 § 2 Comments

[Day 01]
List 10 things that make you really happy
.
Being with family. What could make you happier than that? There’s ILY in famILY for a reason. It stands for I Love You (haseek)
.
Talk to people, especially introverts. I used to think I love talking. But once I meet introverts, nope I don’t love talking. I love being listened.
.
Buku, denger ceramah, nonton video-video inspiring di youtube, dan yang serupa.
.
Nambah ilmu baru. Menemukan hal baru. Semua hal baru sih, kecuali belanja.
.
Belanja barang bekas. Membeli barang bekas berarti menjaga planet ini dari bertambahnya satu barang bekas lagi. Bumi sudah terlalu penuh dengan rakusnya manusia yang suka berbelanj… Just kidding. Karena barang bekas lebih murah aja sih.
.
Jokes. Tapi becandaan jaman sekarang kurang kreatif. Kalo engga melecehkan hal-hal yang dianggap orang lain sakral, yah jatoh2nya ke body shaming atau hal2 cabul.
.
Belajar bahasa. Terutama Arab dan Inggris. Sebenarnya pengen banget belajar bahasa baru namun,
.
Game; especially when it is not possible to play game. Like, in the middle of thesis writing, a night before presentation, or when I want to learn a new language; the temptation to play game in that situation, ya, it makes me really happy.
.
Super hero movies. Typical.
.
Gadgets. No, no. Not doing coding, building an app or buying cool gadgets. I wish I could do all of them. What I actually do is just watching gadget reviews.
.
Breaking rule that I think it’s logically ok to break. I mean the rule that doesn’t really have significant impact, like listing 11 things when being asked to write down only 10.

Advertisements

30 Day Writing Challenge (again)

December 10, 2018 § Leave a comment

Yap, lagi. Karena tahun lalu, November 2017 saya melakukan hal yang sama, memaksa diri menulis selama sebulan penuh: November Challenge yang saya tulis di blog sendiri (link di bio, ecie).

Hasil dari Nov Challenge saat itu adalah 24/30. Dari 30 hari, saya menulis selama 24 hari. Gagal? Boleh jadi, tapi lihat sisi terangnya: itu rekor menulis saya, 24 hari dalam sebulan! Never tried that before.

Dan kemarin, saya kembali membaca challenge ini dari akun twitter teman. Saya memilih mempostingnya di sini. Kenapa instagram? Bukan twitter atau yg lebih ideal: blog?

Pertama, twitter membatasi 280 karakter saja. Jumlah yg sangat sedikit utk saya yg suka bicara & ingin melatih menulis. Kedua, blog sudah sepi. Extrovert people serupa saya butuh kehadiran orang lain to absorb their energy :P. Ohh I really miss the day when we have blog-walking every day. Dan ketiga, instagram menjadi pilihan karena jumlah karakternya cukup ideal untuk penulis pemula: 2200 ch. Tidak terlalu sedikit jadi saya bisa berekspresi lebih leluasa. Dan tidak terlalu banyak sehingga saya tidak kehilangan fokus.

So here we go, the 30 day writing challenge. And I am challenging you to do so. Cuz the only way to make your writing better is
by
writing.

Because, planning to write is not writing. Outlining, researching, talking to people about what you’re doing, none of that is writing. Writing is writing.

Tulisan ini dibuat diinstagram lalu dicopas-kan ke blog, kenapa? Ya karena sekarang ig lebih rame ketimbang blog.

Mendengarkan

November 21, 2018 § Leave a comment

Diantara hal hebat yang dimiliki ayah saya, bagi kami anak-anaknya, adalah keahlian mendengarkan. Ayah adalah pendengar yang baik. Beliau tidak pernah sekalipun tidak mendengarkan kami. Sebelia apapun usia kami saat itu. Seremeh-temeh apapun cerita yang kami kisahkan waktu itu. Saat kami mulai bicara, ayah berhenti bicara, bahkan beliau berhenti melakukan apapun kesibukannya, lalu mendengarkan. Inilah diantara sebab kenapa kami sedari kecil sudah sangat senang bercerita. Hingga detik ini.

Semua bisa mendengar dan itu mudah. Karena memang demikian default kerjanya telinga. Namun untuk benar-benar mendengarkan perlu fokus, kesabaran dan cinta. Tidak setiap orang dapat dengan mudah memberikan tiga hal tersebut. Dalam kasus ini, tidak semua ayah bisa melakukan hal tersebut.

Kemampuan mendengarkan orang lain adalah keahlian yang banyak dari kita tidak memiliki lagi. Kata Stephen Covey, Many of us listen with the intent to reply, we must listen with the intent to understand. Tidak mampu lagi mendengar dan memahami ini adalah salah satu sebab utama kenapa media sosial tidak lagi seindah dulu. Kenapa diskusi tidak seasyik biasanya. « Read the rest of this entry »

Leadership Means None’s Left Behind

November 2, 2018 § Leave a comment

Writing about leadership becomes quiet difficult for me because we don’t have yet common definition of what leadership is. The dictionary said leadership is the action of leading group of people or organization. Some people said leadership is about finding your style to fit in community so they will work as you wish. For me it sounds more like management rather than leadership.

These couple weeks, in my free time, I have been searching anything related to leadership. And I see leadership is not like what I thought it was. Leadership is something else, and nd it has nothing to do with rank, skills, grade, intelligence, educational level, or anything. I believe, to be a leader requires one thing and one thing only: the followers. That’s it.  You are a leader when others raise their hands and volunteer to go on the direction you set.

The question then, is why should anyone follow you? « Read the rest of this entry »

Azan

April 3, 2018 § Leave a comment

sunset masjid

Heboh tentang puisi beberapa waktu belakangan menimbulkan reaksi yang cukup ramai. Ada yang istigfar sambil mengusap dada, ada yang marah besar. Ada yang mohonkan hidayah untuk simbok pembaca puisi dan ada pula yang menyumpah-serapahi. Ada yang, ah emang gue pikiran, dan ada yang, eh, gimana gimana? Lalu, saya? Saya jadi ingin tahu lebih banyak tentang yang baca puisi azan.

Azan (الأذان), dalam Fathul Baari, berarti pengumuman akan waktu shalat dengan lafaz yang khusus. Azan merupakan salah satu syiar yang paling mulia dalam Islam.

Imam Qurtubi mengatakan bahwa rangkaian kalimat dalam azan mengandung pesan-pesan penting agama ini. Azan dimulai dengan mengagungkan Allah. Dilanjut dengan dua syahadat, Rukun Islam pertama dan menjadi kunci keislaman seseorang. Lalu azan mengajak kepada salat (rukun Islam kedua) dan kepada falah. Kata falah mungkin boleh saya terjemahkan dengan kebahagiaan, happiness. Sebab yang saat ini tengah santer dicari seluruh manusia adalah happiness. Dan jawabannya ada pada azan. Kemudian kalimat azan kembali mengingatkan tentang salat lalu ditutup dengan takbir dan tahlil. « Read the rest of this entry »

Beragama Jangan Pilih-pilih

December 5, 2017 § Leave a comment

colorful

Buya Hamka pernah ditanya oleh salah satu jamaahnya,

“Buya, kita sama-sama sudah tahu, bahwa Al Quran menyebutkan solat dapat mencegah seseorang dari berbuat keji dan mungkar. Namun, fakta yang saya dapati berbeda. Saya punya dua orang tetangga. Tetangga pertama seorang pak haji, rajin ke surau, senantiasa mengaji, tak pernah ketinggalan solat jamaah. Namun, saat anak-anak sini bermain di pekarangan rumahnya, malah omelan yang keluar dari mulut pak haji.

Tetangga saya yang satunya lagi seorang dokter. Bukan orang soleh, jarang ke surau, apalagi mengaji. Satu-satunya waktu beribadah yang saya bertemu dengannya adalah solat Ied. Selain itu entahlah apa dia solat atau tidak. Namun, ketika anak-anak bermain di pekarangannya, dokter itu membiarkan mereka. Tidak seperti pak haji yang menceracau kesana kemari; dokter yang jarang solat itu malah ramah. Dimana bukti solat mencegah perbuatan keji dan mungkar, Buya?” « Read the rest of this entry »

December: Save the Best for the Last

December 1, 2017 § Leave a comment

20171204_0926061189941684.jpg

Banyak momen menarik pada permulaan bulan ini. Pertama, Faris genap berusia satu tahun. Kedua, terlepas dari ikhtilaf yang ada, 1 Desember ini bertepatan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad. Ketiga, hari ini menutup November Challenge saya. Dan, keempat, bulan ini adalah bulan penghabisan di 2017. « Read the rest of this entry »